TENTANG JURUSAN TARBIYAH


Assalamu'alaikim wr wb

Saat masih duduk di bangku SMK, saya sudah terpikirkan untuk melanjutkan studi saya yaitu kuliah, walau ekonomi keluarga tidak memungkinkan bagi saya. Ketika ditanya sama teman, "Asrina mau lanjut kuliah?" saya jawab, "Insya Allah" dan dalam hati, saya mengatakan iya. Saya meyakininya. Lalu setelah pelulusan, saya terus mencari jurusan yang yang akan mau saya masuki. Bekalnya dari apa yang saya dengar dari orang-orang, yaitu mencari jurusan yang dibutuhkan sekarang. Saya langsung kepikiran dengan profesi guru. Tapi guru apa? oya, pada waktu itu saya punya cita-cita menjadi ustadzah. Kalau Ustadzah berarti berkaitan dengan keagamaan, maka saya memutuskan memilih jurusan agama, begitu pikir saya dulu. Di sisi lain, saya sangat suka hal-hal tentang kepribadian, waktu itu saya sering tes-tes kepribadian, baca-baca artikelnya. Rupanya itu berkaitan dengan Psikologi. Lalu terbesik lagi dipikiran bahwa jurusan Psikologi juga bagus.

Saya mencari kampus yang ada jurusan Psikologinya. Kampus yang ada dipikiran saya adalah kampus di  kota Baubau dan Kendari, selain itu tidak ada. Karena yang saya cari adalah yang terdekat dengan tanah kelahiran saya. Di samping itu juga bapak saya sakit, makanya saya cari kampus yang dekat. Di kendari ada kampus negri dan pasti ada jurusan Psikologinya, tapi saya kembali terpikirkan dengan bapak saya lagi. Jika saya kuliah di kendari, maka saya akan jarang merawat dan melihat keadaan bapak, ini yang menjadi dilema saya pada waktu itu. Saya ingin kuliah jurusan psikologi tapi keadaan tidak memungkinkan. Maka, saya memutuskan kuliah di Kota Baubau, kota kelahiran saysa dan jaraknya tidak jauh dari tempat saya tinggal. Cukup membutuhkan kurang lebih 30 menit untuk sampai ke pelabuhan dengan menaiki kapal yang kami sebut jonson.

Saya mencari informasi kampus yang ada di kota Baubau melalui guru-guru Madrasah saya. Rupanya, beberapa adalah alumni UMB (Universitas Muhammadiyah Buton), jaraknya pun tidak begitu jauh dengan pelabuhan. Saya tanya kepada Kepala Sekolah saya, bertanya apakah kampus UMB itu bagus? beliau jawab bagus. Ya, beliau pun alumni dari UMB juga. Dari situ saya memutuskan memilih kampus UMB. Saya pergi ke kampus itu, membaca brosur dari setiap jurusan yang ada. Tertera ada Fakultas Agama Islam, maka saya memutuskan memilih Fakultas itu.

Tiba masa pendaftaran CaMaBa (Calon Mahasiswa Baru). Ditulislah biodata saya oleh dosen perempuan. Saya ditanya, mau pilih jurusan apa? pikir saya, hanya ada satu jurusan yaitu Agama Islam, ternyata ada dua yaitu Tarbiyah dan Syar'a. Sebelum memutuskan, saya bertanya, kedua jurusan itu yang bagaimana dan apa saja peluang kerjanya? lalu dosen cantik itu menjawab, kalau Tarbiyah itu pendidikan, dan jadi guru biasanya. Sedangkan Syar'a membahas hukum-hukum islam, biasanya kerja di Pengadilan Agama. Mendengar itu, saya memutuskan memilih Tarbiyah. Karena dipikiran saya ada keinginan untuk menjadi seorang guru.

Tiap semester kian berjalan, ada sesuatu yang membuat saya bosan, entah jurusannya, dosennya atau apanya. Sempat kepikiran, apakah saya salah jurusan? Lalu pada saat magang 1 di Sekolah Dasar, ada sesuatu yang tidak membuat saya begitu menggebu-gebu untuk menjadi guru di sekolah-sekolah. Pergi pagi pulang siang/sore setiap hari adalah hal yang tidak saya sukai apalagi itu harus karena sudah ada gaji setiap bulannya maka guru seperti itu harus selalu mengikuti. Menjadi guru itu sangat mulia, saya salut dengan guru-guru yang mengajar di tiap-tiap sekolah sampai bertahun-tahun, hanya bagi saya itu tidak cocok dengan saya. Hehe. Dari sini, saya tidak bercita-cita menjadi PNS.

Pada saat saya ke Makassar menemani bapak berobat, saya kepikiran untuk pindah jurusan di Psikologi, namun hal itu kuurungkan, mengingat orangtua saya pasti akan marah. Ya sudah, saya tetap melanjutkan kuliah saya. Alhamdulillah, saya bergabung di organisai IMM. Hal ini, membuat saya tidak bosan kuliah, malah saya sudah berdamai dengan jurusan saya. Beberapa mata kuliahnya, ada yang membuat saya suka, terutama kalau mempelajari sejarah Islam, pemikirannya, dan sebagainya. Ilmu agama kebanyakan saya dapat di organisasi. Bukan hanya ilmu agama, tapi filsafat dan berbaga macm ilmu pengetahuan lainnya.

Semester 1, 2 dan 3, nilai saya rendah sekali. Saya akui karena memang kebimbangan saya waktu itu membuat saya malas kuliah, jadi kadang saya tidak hadir, malas belajar, ya wajar nilai saya segitu. Untuk nilai rendah pun yaitu C saya tidak pusing. Saya memutuskan aktif di IMM dan Komunitas Kesehatan Jiwa pada saat akhir semester tiga. Awal semester 4 saya benar-benar aktif, dan Alhamdulillah, untuk nilai semester 4 ini sangat tinggi perubahannya, benar-benar berubah. Dahulu saya pikir, kuliah saya akan terganggu ketika aktif berorganisasi dan berkomuniatas, rupanya tidak juga, tergantung bagaimana kita mengatur waktu dengan sebaik-baiknya.

IPK saya yang sebelumnya 3,1 , 3,2 dan 3,4 naik menjadi 3,8. Untuk nilai yang bermasalah ketika semester sebelumnya, saya prorgram ulang. Sesungguhnya, yang membuat saya bahagia dan senang adalah bukan nilai, tapi rasa semangat kuliah dan belajar saya tumbuh. Saya tetap bertahan di jurusan Tarbiyah, karena bagi saya tidak ada yang sia-sia di dunia ini, terutana sia-sia salah jurusan. Itu tidak ada. Malah kini saya bersyukur atas apa yang terjadi pada diri saya. Bagi saya, masih ada kesempatan lagi untuk memilih jurusan yang saya sukai dan senangi di S2 nanti.

Saya akan memasuki semester 5. Semoga, di semester ini, bisa lebih baik lagi dari semester sebelumnya. Aamiin. Terimakasih, I love you all. 😊

#Salam_Damai

@Asrina

Billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Komentar

Postingan Populer