Cinta Tanpa Syarat
Suatu ketika, Aku sedang dilanda masalah. Orang-orang pada memperbesarkan dan mempermalukanku. Aku bingung harus bagaimana. Hanya air mata yang mengalir. Adakah orang yang mau bersamaku ketika berada dalam kondisi seperti itu? Ada. Dia Mamaku. Saat Aku mencoba menutup telinga, tak ingin mendengarkan fitnah tersebut, sesaat itu, seorang wanita yang telah melahirkanku menelpon. Dialah yang memberikanku solusi pada saat itu, atas kehendak Allah. Sungguh, Aku gagal atau tidak, beliau tetap menganggapku sebagai anaknya. Sungguh luar biasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Itulah cinta tanpa syarat, yang tiada batasnya. Aku duduk berdua dengan Mama di dapur. Kami memasak bersama. Pada moment-moment seperti itu, biasanya kami sering bercerita. Lalu Aku sampaikan pada Mama beberapa impianku. Sontak, ia kaget dan terpancar senyuman di wajah yang mulai keriput itu. Menambah semangat untuk tetap menyekolahkanku sampai selesai. Sungguh, Mama begitu tangguh. Walaupun sekolahnya hanya sam...




