Karena Saya Memiliki Masa Depan Sendiri
Sahabat ,,,
Tidak semua orang beruntung terlahir dari keluarga dan lingkungan yang baik, dapat mendukung segala impian, memfasilitasi dan mensupportnya. Namun bukan berarti seluruh kehidupannya tidak beruntung. Karena pada dasarnya setiap orang itu beruntung. Hanya belum menyadarinya. Saya terus melawan diri saya dalam mencapai suatu perubahan. Ya, diri saya sendiri. Bukan orang lain. Ketika mengatakan bahwa nasib kita tidak berubah karena orang lain, maka sama saja kita menunjukkan kelemahan kita.
Saya berasal dari keluarga biasa. Keluarga yang tidak memahami bahwa pendidikan itu penting. Maklum. Orangtua saya pendidikannya sampai Sekolah Dasar. Hidup dari kampung yang tidak begitu antusias terhadap perkembangan zaman, hanya berpatokan pada tradisi nenek moyang. Namun, saya memang sudah ditakdirkan terlahir dari keluarga dan lingkungan seperti itu. Saya syukuri. Bahwa itu merupakan perjalanan hidup yang berharga. Kedua Ibu bapak saya menyerahkan sepenuhnya kepada saya terkait kehidupan saya. Satu hal yang saya sukuri.
Saya berjuang, berkorban, mencapai apapun, semata-mata untuk diri sendiri, bukan orang lain. Saat apa yang kita lakukan semata mendapatkan penilaian orang lain, yakin dan percaya, penderitaan dan kekhawatiran akan muncul. Saya melakukannya karena saya bahagia dan mengetahui bahwa itu adalah masa depan saya. Optimis. Orang disekitar kita akan turut merasakan manfaatnya, lebih-lebih diri kita, kan.
Terkadang, kita tidak berani bermimpi karena tidak percaya dengan diri sendiri di mana pemicunya biasanya disebabkan oleh orang terdekat yang selalu merendahkan, menjatuhkan, dan tidak menssuport, sehingga kita pun percaya dengan perkataan orang-orang tersebut padahal tidak benar dan hanya buang-buang waktu untuk memikirkannya.
Setiap orang, pasti pernah mengalami titik terberat dalam hidup. Saya pun pernah mengalaminya. Kemudian setiap orang punya beragam alasan mengapa sampai bisa bangkit dari keterpurukan itu.
Alasan saya adalah
Bahwa, yang telah terjadi tidak dapat lagi diubah. Saya memiliki masa depan tersendiri yang lebih indah, bahagia, damai dan sejahterah. Saya berhak mendapatkan kehidupan yang layak dan bahagia. Masa lalu tidak boleh menghancurkan masa depan indahku.
@Asrina

Komentar
Posting Komentar