Seorang Ibu datang Kepada Saya
Teringat ketika selesai shalat maghrib di Mesjid Raya Kota Baubau, pada saat itu bulan ramadhan kalau tidak salah. Tahun 2017 apa 2018, lupa. Jadi ceritanya saya keluar dari mesjid untuk menuju ke pantai kamali. Tiba di depan mesjid, seorang Ibu yang bertubuh gempal datang kepada saya dengan menangis tersedu-sedu. Ia meminta bantuan mencarikan teman dosennya yang sedang sholat di mesjid itu katanya. Lalu saya bilang akan mencari dosen itu. Nama dosennya saya lupa. Di sebelah utara mesjid adalah arah pintu masuknya lelaki. Saya masuk-- mencari-cari. Namun, tidak ketemu, dan bingung harus bagaimana.
Si Ibu masih terus menangis. Karena tidak ketemu dosen itu, maka saya memutuskan untuk menelponnya hanya saja ibu tidak punya nomornya. Saya juga tidak memiliki nomor dosen itu. Ya sudah, saya menelpon dosen yang lain untuk meminta nomornya. Tapi, dosen lain pun tidak tahu nama dosen yang dibilang Ibu tadi. Karena ibu terus menangis, saya bertanya kenapa Ibu menangis? Ada apa? Ibu itu menjawab bahwa anaknya meninggal, suaminya selingkuh, ia membutuhkan uang untuk pulang ke kampungnya. Ia mencari dosen itu karena ingin meminjam uang, soalnya dosen itu temannya kata Ibu.
Sebagai orang yang sama sekali belum pernah ketemu, saya tidak begitu yakin bahwa ibu ini jujur, namun rasa simpati saya ada. Lalu saya memberikan uang saya kepada Ibu itu dengan jumlah kalau tidak salah 150 ribu. Ibu itu terus berterima kasih dan mohon pamit sama saya. Barulah saya melanjutkan perjalanan saya menuju pantai Kamali.

Komentar
Posting Komentar